Benteng Tolukko adalah satu dari sekian banyak benteng yang
menyimpan kisah sejarah perjalanan Ternate. Hingga kini, Benteng
Tolukko masih berdiri kokoh di atas bukit batu yang berada di
Kelurahan Sangadji, Ternate Utara. Seperti halnya banyak benteng
di Ternate, Benteng Tolukko pada awalnya merupakan bangunan buatan
Portugis yang menguasai hampir seluruh perdagangan rempah di
Ternate pada abad ke-16. Seorang panglima tentara Portugis yang
bernama Fransisco Serraow membangun benteng yang pada awalnya
bernama Santo Lucas ini sebagai pertahanan sekaligus pusat
penyimpanan rempah-rempah asli Ternate yang akan mereka
perdagangkan.
Benteng ini berada pada tempat yang sangat strategis karena sangat
dekat dengan wilayah perairan, berada di puncak bukit yang cukup
tinggi dan dapat menjadi tempat sempurna untuk mengawasi segala
gerak-gerik yang terjadi di Istana Kesultanan Ternate. Namun
setelah perlawanan rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan
Baabullah, maka kekuasaan Portugis pun berakhir pada tahun 1577.
Sejak itu Benteng Santo Lucas pun dikuasai Kesultanan Ternate
hingga akhirnya Belanda datang, merebut benteng tersebut, dan
mengganti namanya menjadi Benteng Hollandia. Benteng ini kemudian
dipugar pada tahun 1610 dan dijadikan salah satu pertahanan
Belanda di Ternate.